Tentang Larizin

Kami bikin software yang nggak bikin pemilik usaha belajar jadi akuntan dulu.

Larizin dibuat untuk usaha kecil di Indonesia: warung, kedai, toko, grosir, sampai usaha jasa. Kami ingin hal-hal dasar seperti mencatat penjualan, mengecek stok, dan melihat kondisi usaha bisa dilakukan tanpa harus berhadapan dengan spreadsheet rumit atau istilah yang nggak pernah dipakai sehari-hari.

Pemilik toko kelontong melayani pembeli memakai aplikasi kasir Larizin di tablet.

Kenapa kami bikin Larizin

Kami terlalu sering melihat hal yang sama

Banyak pemilik usaha masih mencatat penjualan di buku, mengingat stok dari kepala, atau baru menghitung untung ketika sudah ada waktu luang. Bukan karena mereka nggak mau pakai software. Banyak software memang tidak dibuat untuk cara mereka bekerja.

Kasir harus tetap bisa dipakai ketika internet bermasalah. Nama menu harus gampang dimengerti. Laporan harus bisa dibaca tanpa perlu tahu istilah akuntansi. Dan yang paling penting, software-nya harus membantu pekerjaan, bukan menambah pekerjaan baru. Itu alasan kami mulai membangun Larizin.

Kami mulai dari hal yang paling dekat dengan aktivitas sehari-hari: kasir yang tetap jalan tanpa internet, pencatatan stok, restok barang, dan laporan sederhana tentang uang yang masuk dan keluar.

Larizin dikembangkan oleh PT Larisin Kreasi Digital di Bawen, Kabupaten Semarang. Kami sengaja membangun produk ini dekat dengan tempat usaha yang kami layani, jadi kalau ada tombol yang ternyata kekecilan atau alur yang bikin bingung pemilik toko, biasanya kami yang menemukan itu duluan.

Pemilik warung tersenyum sambil mengecek tablet di meja lapaknya, dengan papan tulisan tangan "Sedia Pulsa, Token Listrik" di tiang warung.

Cara kami membangun Larizin

Empat prinsip yang kami pegang

Ini yang menentukan fitur apa yang kami bangun, dan bagaimana kami membangunnya.

Sesederhana mungkin

Kalau sebuah fitur butuh tutorial panjang untuk dipahami, kemungkinan fiturnya yang perlu diperbaiki. Kami lebih memilih beberapa fitur yang benar-benar dipakai daripada puluhan fitur yang cuma terlihat bagus di halaman pricing.

Internet boleh bermasalah

Transaksi tetap harus jalan meskipun koneksi sedang tidak tersedia. Larizin dirancang supaya aktivitas penting tetap bisa dilakukan, lalu data disinkronkan kembali begitu koneksi normal.

Pakai bahasa manusia

Kami tidak ingin pemilik usaha harus menerjemahkan software sebelum bisa menggunakannya. Menu, tombol, dan laporan pakai bahasa yang familiar dalam aktivitas sehari-hari.

Mulai kecil, berkembang pelan-pelan

Kami tidak berharap satu aplikasi langsung menyelesaikan semua masalah. Mulai dari kasir, lalu stok, lalu pembelian dan restok, lalu laporan, kami tambah bagian yang memang dibutuhkan, bukan sekadar menambah fitur biar kelihatan lengkap.

Untuk usaha seperti apa?

Setiap usaha punya masalahnya sendiri

Warung tentu berbeda dengan kedai kopi, dan toko pakaian punya kebutuhan yang beda dengan distributor. Pilih jenis usaha kamu untuk lihat masalah yang paling sering muncul.

Warung & Toko Kelontong

Warung sembako, toko kelontong, minimarket kecil

Ratusan jenis barang, margin tipis, dan pembeli yang ingin cepat selesai.

Biasanya yang bikin repot

  • Baru tahu stok habis setelah pembeli bertanya.
  • Penjualan kelewat dicatat saat toko sedang ramai.
  • Uang usaha bercampur dengan uang pribadi.
  • Sulit tahu sebenarnya hari ini untung atau tidak.
Larizin membantu dengan
Biar warung nggak pernah kehabisan barang
  • Kasir yang cepat dan tetap bisa digunakan saat offline.
  • Peringatan ketika stok mulai menipis.
  • Restok langsung dari distributor yang tersedia.
  • Laporan penjualan dan kondisi usaha yang lebih mudah dibaca.

Fitur yang digunakan

Kasir OfflinePeringatan StokRestok DistributorLaporan
Daftar

Usaha kamu nggak ada di daftar? Cerita ke kami

Sudah live

Kelola bisnismu, mulai hari ini

Daftar langsung di aplikasi Larizin yang sudah siap dipakai sekarang.

Daftar